Makanan Penambah Darah Untuk Penderita Diabetes

adsense 336x280
Diabetes atau kencing manis menjadi penyakit yang banyak diderita di berbagai belahan dunia. Penyakit ini terjadi ketika tingkat gula darah seseorang naik yang disebabkan rendahnya kerja hormon insulin di dalam tubuh. 

Tingkat gula darah seseorang bisa naik juga bisa disebabkan karena pangkreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Bahkan dalam keadaan diabetes yang sangat parah, pangkreas tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali. 

Memiliki kadar gula darah yang tinggi tentu akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk termasuk rendahnya kadar darah seseorang. Sebab ternyata, penyakit kencing manis juga bisa memicu kurangnya sel darah di dalam tubuh.

Nah, berikut adalah beberapa makanan penambah darah untuk penderita diabetes:

1. Ubi Jalar

Ubi Jalar

Ubi jalar mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, fosfor, serta  beta karoten yang menjaga daya tahan tubuh seseorang. Ubi jalar juga mengandung zat besi dan vitamin lainnya sebagai penunjang pembentukan sel darah merah, sehingga dapat mencegah terjadinya kekurangan darah atau anemia.

Selain itu, salah satu analisis menemukan bahwa ubi jalar mampu mengurangi HbA1c sebanyak 0,3 hingga 0,57% dan mempercepat pemrosesan glukosa darah sebanyak 10 hingga 15 poin. Konsumsi dengan cara dikukus atau di bakar akan lebih sehat.

2. Kacang-Kacangan 

Kacang-kacangan akan memperlancar peredaran darah seseorang. Kacang-kacangan mengandung vitamin B, vitamin C, vitamin B1, vitamin B6, vitamin K, vitamin A, vitamin E, vitamin C, protein, zat besi, magnesium, fosfor, kalsium, kalium, mangan, asam folat, dan asam lemak omega 3. 

Kacang Kacangan

Walnut atau kacang kenari mengandung asam lemak tak jenuh bernama alfa-linolenik yang dapat menurunkan peradangan. Sedangkan kacang cannellini memiliki indeks glikemik yang paling rendah dibandingkan hampir semua kacang-kacangan, serta kaya akan serat dan protein yang bermanfaat bagi penderita diabetes.  

3. Cokelat Hitam

Cokelat Hitam

Cokelat juga merupakan sumber zat besi dan magnesium. Cokelat kaya akan flavanoid yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi resistensi insulin, mempercepat pengolahan glukosa darah, dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih. Salah satu penelitian dari University of Copenhagen tahun 2008 menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat hitam akan memiliki keinginan yang lebih rendah untuk makan makanan manis, asin, atau berlemak dibandingkan mereka yang mengonsumsi cokelat susu.

4. Jagung  

Memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Jagung muda memiliki kandungan karbohidrat, protein, kalsium, kalium, vitamin (A, C, B12, B15), serat,karotenoid, zeaxhanthin, dan senyawa lain.

Jagung

Jagung juga merupakan sumber yang baik untuk zat besi atau mangan. Hal ini berhubungan erat dengan kelancaran dari peredaran darah dan juga meminimalisir penyumbatan pembuluh darah. Karena itu mengonsumsi jagung manis bisa membantu mengatasi anemia. Sebuah penelitian mengungkap bahwa mengonsumsi jagung selama satu bulan akan meningkatkan hemoglobin hingga 50 persen. 

5. Kentang 

Kentang

Pada kentang terkandung zat-zat seperti karbohidrat, fosfor, zat besi, protein, lemak nabati, kalsium, serta mineral - mineral penting lainnya. Kentang yang direbus lebih kaya akan protein, mineral, kalium, fosfor, dan vitamin B kompleks serta vitamin C alami.

6. Buah Kiwi

Buah Kiwi

Selain kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat, buah kiwi juga merupakan sumber kalium yang membantu menjaga elektrolit dalam keseimbangan dengan menangkal efek natrium yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Makan 2-3 buah kiwi sehari telah terbukti mengurangi potensi pembekuan darah.

7. Buah Naga

Buah Naga

Buah naga kaya akan vitamin B12 (riboflavin)yang membantu menjaga sistem saraf tetap sehat dan melancarkan proses pembentukan DNA. Selain itu, riboflavin juga membantu mengatur pembentukan sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuh.Buah ini juga kaya serat, kalsium, fosfor, dan vitamin C dan B2, serta yang membantu mengeluarkan racun logam dari tubuh yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker. Dengan kandungan kalsium dan zat besi yang cukup tinggi, buah naga juga baik untuk tulang dan darah.

8. Brokoli

Brokoli

Brokoli mengandung senyawa sulforaphane. Sulforaphane mampu memicu proses anti inflamasi, mengontrol kadar glukosa darah, meningkatkan mekanisme detoksifikasi alami dalam tubuh, serta meningkatkan produksi enzim yang mengendalikan senyawa kimia berbahaya penyebab kanker, serta mampu memperbaiki dan melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan kardiovaskular akibat diabetes. Brokoli pun mengandung kromium yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

9. Blueberry

Blueberry

Blueberry mengandung serat tidak larut yang menghilangkan lemak dari tubuh dan serat larut yang diolah lebih lama dalam tubuh untuk mengendalikan kadar gula darah. Bluberry mengandung antosianin, senyawa kimia alami yang mengecilkan sel lemak dan menstimulasi produksi adiponektin, hormon yang mengatur kadar glukosa darah. Meningkatkan kadar adiponektin dapat menjaga kadar gula darah tetap rendah dan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin.

10. Bayam

Bayam

Bayam juga mengandung nutrisi penting lainnya, seperti beta-karoten, lutein, asam folat, vitamin K, magnesium, zat besi, kalsium, dan kalium. Dengan  kandungan ttersebut, bayam dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan mengatur pengeluaran insulin, serta penggunaan glukosa pada tubuh. 


11. Kinoa

Kinoa

Kinoa sering disebut juga dengan quinoa adalah makanan pokok suku Inca.  Kinoa juga merupakan salah satu sumber serat terkaya, mengandung 2,6 gr per ½ cangkir yang membantu menyeimbangkan kadar gula darah dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

12. Collard Greens

Collard Greens

Collard Greens adalah sayuran hijau sejenis sawi. Collard Greens mengandung vitamin C yang tinggi dan asam alfa-lipoic (ALA), yaitu mikronutrien yang membantu mengatasi stres. Asam alfa-lipoic juga dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan menguatkan pembuluh yang rusak akibat diabetes.

13. Tomat

Buah Tomat secara umum adalah sumber yang sangat baik serat, folat, vitamin A, C dan E. Selain itu juga mengandung sejumlah kecil kalsium, besi, riboflavin, thiamine, dan niacine. Tomat sangat tinggi vitamin C, A, dan nutrisi seperti flavonoid dan betakaroten, namun rendah kalori dan sodium.

Tomat

Kombinasi dari vitamin, mineral dan dengan kandungan serat yang tinggi, memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung koroner. Dan berkat kandungan kaliumnya, buah tomat bermanfaat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi. Seratnya mampu mencegah penyerapan lemak di saluran cerna, sehingga tidak terjadi penimbunan di pembuluh darah yang bisa berakibat naiknya tekanan darah. Selain itu, tomat juga mengandung likopen dan lutein yang melindungi ginjal dan pembuluh darah dari kerusakan akibat diabetes. 

14. Jeruk Bali

Jeruk Bali

Jeruk bali berada pada peringkat 25 indeks glikemik. Jeruk bali mengandung naringenin flavonoid yang membantu menyeimbangkan kadar insulin dan glukosa dalam darah. Jeruk bali juga memiliki kandungan tinggi serat larut dan juga vitamin C.

15. Buah Pear

Buah Pear

Pear mengandung serat, vitamin A, B1, B2, C, E, asam folat, niasin, tembaga, fosfor, kalium, kalsium, besi dan magnesium. Pear membantu penderita diabetes meningkatkan kadar gula darah, membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memiliki sifat antioksidan.

Baca Juga : 
  1. Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes
  2. Makanan Yang Baik Untuk Penderita Diabetes


Demikian informasi mengenai Makanan Penambah Darah Untuk Penderita Diabetes, semoga artikel ini menjadi bahan bacaan yang bermanfaat ya.
adsense 336x280

2 Responses to "Makanan Penambah Darah Untuk Penderita Diabetes"